Cerita Inspirasional

April 15, 2008 at 12:54 pm 1 komentar


FAMILY BSC

Seorang ayah pulang telat, lelah, mungkin demi BSC, dan sedang merasa kesal.
Anaknya yang berusia 5 th menunggunya pulang di sudut pintu, lalu bertanya pada ayahnya itu..
Anak : “Ayah, bolehkah Ade bertanya sesuatu?”
Ayah : “Ya tentu, apa itu?” jawab ayahnya.
Anak : “Ayah, berapakah Ayah menghasilkan uang per jam?”
Ayah : “Bukan urusanmu, kenapa kamu bertanya begitu?” kata ayahnya dengan nada kesal.
Anak : “Ade cuma ingin tau, kasih tau donk Yah, berapa Ayah menghasilkan uang per jam?”
Ayah : “Jika kamu mau tau, Ayah menghasilkan Rp.200 ribu per jam”.
“Ooo..” anaknya menjawab, dengan kepala tertunduk sambil memelas dia bilang ke ayahnya..
“Ayah…, boleh gak Ade minjam uang Rp.100 ribu?”
Ayahnya tambah geram, “Jika alasan kamu menanyakan hal tadi hanya untuk minjam uang untuk membeli mainan bodoh atau sesuatu yang tidak berguna, mendingan kamu masuk ke kamarmu dan tidur. Pikiran kamu itu kenapa begitu egois, Ayah bekerja keras setiap hari bukan hanya untuk membeli hal-hal yang tidak berguna.”
Anak itu terdiam, langsung pergi ke kamarnya dan menutup pintu. Ayahnya duduk dan memikirkan pertanyaan anaknya tadi, “Beraninya dia bertanya hal seperti itu hanya untuk minta uang?”
Setelah beberapa jam berlalu, ayahnya sudah mulai tenang dan mulai berfikir mungkin ada sesuatu yang sangat dibutuhkan anaknya dan perlu dibeli dengan uang 100 ribu tadi, dan dia juga jarang sekali meminta uang. Lalu ayahnya pergi menuju kamar anaknya, mengetuk pintu, kemudian membukanya..
“Apakah kamu sudah tidur De?” dia bertanya, “belum Yah, Ade belum tidur,” anaknya menjawab.
“Ayah menyadari, mungkin Ayah terlalu kasar tadi.”
“Ayah merasa lelah dan kesal seharian, dan menumpahkan kekesalan pada kamu De.., ini uang yang kamu minta tadi, 100 ribu kan..”
Anaknya terbangun dan tersenyum, “Terimakasih Ayah…”
Kemudian anaknya meraih bantal dan membalikkannya, dia mengambil beberapa jumlah uang yang ada di balik bantal itu.
Ayahnya melihat anaknya yang ternyata sudah memiliki sejumlah uang sebelumnya, mulai mau marah lagi.
Tapi anaknya perlahan menghitung uang recehan yang telah dikumpulkan sebelumnya itu dan melihat ke arah ayahnya..
Ayahnya geram, “Mengapa kamu minta uang lagi jika kamu sudah punya uang?”
“Karena Ade tidak punya uang yang cukup…, tapi sekarang sudah cukup,” jawab anaknya.
“Ayah, kini Ade punya 200 ribu, bolehkah Ade membeli waktu Ayah 1 jam saja?”
“Tolong Ayah pulang lebih awal besok, Ade ingin makan malam bersama Ayah.”

”Ini hanyalah sebuah cerita untuk mengingatkan kita yang barangkali menghabiskan waktu nyaris hanya untuk bekerja. Jika suatu ketika kita meninggal, maka perusahaan tempat kita bekerja akan dengan mudah mencari pengganti kita. Tapi keluarga kita akan kehilangan kita untuk selama-lamanya. .

KOPI TUHAN

Alkisah,sekelompok alumni yang berhasil meraih karier yang cemerlang,suatu hari beramai – ramai mengunjungi profesornya,percakapan segera berubah menjadi keluhan tentang stres dan hidup mereka
profesor menawarkan kopi dan segera ke dapur.sesaat kemudian profesor kembali dengan membawa satu pot besar kopi dengan dengan beraneka ragam model cangkir,profesor lalu menyuruh melayani sendiri,sesudah para mahasiswa memegang cangkir kopi.profesor berkata ”jika kalian perhatikan cangkir yang diambil semuanya bagus dan mahal.yang tertinggal hanya cangkir murah,meinginkan yang paling baik itu wajar dan normal.tapi justru itulah yang menjadi sumber masalah dan stres kalian.

cangkir tidak menambah kualitas kopi paling hanya lebih mahal saja,yang kalian inginkan adalah kopi bukan cangkir”
sekarang camkan hal ini” hidup adalah kopi.pekerjaan,uang dan posisi dalam masyarakat adalah cangkir”.cangkir hanya alat menumpang dan mengisi hidup,jenis cangkir yang kita miliki tidak menentukan,juga tidak mengubah kualitas hidup kita kadang konsentrasi pada cangkir hanya membuat kita tidak bisa menikmati kopi yang dianugrahkan tuhan kepada kita,tuhan menyeduh kopi bukan cangkir ,nikmati kopi anda.

”orang-orang yang paling bahagia tidak memiliki segala sesuatu yang terbaik,mereka membuat segala sesuatu menjadi terbaik”

silahkan baca dan dihayati

Entry filed under: Sceptic dairy. Tags: .

Tipcom Coretan

1 Komentar Add your own

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.